Festival Hutan Adat Jambi Digelar, Sekda Sudirman Dorong Penguatan Peran Masyarakat Adat
- account_circle GR
- calendar_month Senin, 18 Mei 2026
- print Cetak

NEWS PUBLIK | JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi terus memperkuat komitmennya dalam percepatan pengakuan dan pengelolaan hutan adat sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat kesejahteraan masyarakat adat.
Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, S.H., M.H saat membuka Festival Hutan Adat Jambi bertema “Wujudkan UU Masyarakat Adat untuk Mencapai 1,4 Juta Hektar Hutan Adat Menuju Nusantara Lestari” di Pendopo Depan Kantor Gubernur Jambi, Selasa (19/05/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi Drs. Ariansyah, M.E, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi H. Andri Yushar Andria, S.Hut., M.Si, perwakilan Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial, Direktur Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat (PKTHA) Kementerian Kehutanan RI, serta Balai Perhutanan Sosial Kampar.
Dalam sambutannya, Sudirman menegaskan bahwa pengakuan terhadap hutan adat merupakan bagian penting dari agenda strategis nasional sekaligus langkah konkret menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen mempercepat pengakuan hutan adat sebagai bagian dari target nasional, karena terbukti efektif menjaga kelestarian hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat hukum adat,” tegas Sudirman.
Menurutnya, keberadaan hutan adat yang telah ditetapkan di Provinsi Jambi menjadi bukti nyata bahwa masyarakat hukum adat memiliki peran sentral dalam menjaga ekosistem hutan dan keseimbangan lingkungan.
“Penetapan hutan adat di Jambi menjadi bukti nyata bahwa masyarakat hukum adat adalah garda terdepan dalam menjaga lingkungan, sehingga harus diberikan ruang dan peran yang lebih kuat dalam pembangunan,” lanjutnya.
Sekda Sudirman juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memperkuat pengelolaan hutan adat yang berkelanjutan, baik dari sisi lingkungan, ekonomi, sosial, maupun budaya masyarakat adat.
“Melalui momentum Festival Hutan Adat, kami mendorong sinergi semua pihak agar pengelolaan hutan adat semakin berkelanjutan, sekaligus memperkuat aspek ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat adat,” ujarnya.
Dalam sesi wawancara dengan awak media, Sudirman menyebut perlombaan pengelolaan hutan adat yang digelar dalam festival tersebut merupakan yang pertama kali diselenggarakan di Provinsi Jambi.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu menjadi pemicu semangat bagi para kepala desa dan lembaga pengelola hutan adat dalam menjaga kawasan hutan secara berkelanjutan.
“Kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi dalam memberikan semangat bagi para kepala desa serta para pengelola hutan adat,” ungkapnya.
Menurut Sudirman, Festival Hutan Adat Jambi juga diharapkan mampu berkembang hingga tingkat nasional dan melahirkan berbagai program yang berdampak nyata bagi masyarakat adat maupun pelestarian lingkungan.
“Mudah-mudahan ini bisa ditingkatkan ke tingkat nasional. Kita juga mengharapkan festival ini dapat memberikan kontribusi program serta kegiatan yang bermanfaat ke depannya, dan kami yakin ke depan akan banyak kegiatan yang bisa di-support oleh Pemerintah Provinsi Jambi nantinya,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Andri Yushar Andria mengatakan festival tersebut menjadi langkah konkret dalam mempercepat pengakuan masyarakat adat dan mendukung target nasional pengelolaan hutan adat seluas 1,4 juta hektar.
“Festival Hutan Adat ini menjadi langkah nyata mempercepat pengakuan masyarakat adat, sekaligus mendorong tercapainya target 1,4 juta hektar hutan adat sebagai bagian dari upaya mewujudkan nusantara yang lestari,” kata Andri.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap keberhasilan pengelolaan hutan adat, Pemerintah Provinsi Jambi juga menyerahkan penghargaan kepada lembaga pengelola hutan adat terbaik tingkat provinsi.
Berdasarkan hasil penilaian, peringkat pertama diraih Lembaga Pengelola Hutan Adat Dusun Baru Pelepat Kabupaten Bungo dengan nilai 93,7.
Peringkat kedua diraih Lembaga Pengelola Hutan Adat Hulu Air Lempur Lekuk Limo Puluh Tumbi Kabupaten Kerinci dengan nilai 92,9.
Sementara peringkat ketiga diraih Lembaga Pengelola Hutan Adat Rimbo Penghulu Depati Gento Rajo Kabupaten Merangin dengan nilai 87,2.
Festival Hutan Adat Jambi menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi Jambi dalam memperkuat pengakuan hak masyarakat adat sekaligus menjaga keberlanjutan kawasan hutan sebagai warisan lingkungan bagi generasi mendatang.
- Penulis: GR
