40 Hari Wafat KH Hasan Basri Tanjab Barat, Bupati Anwar Sadat: Kami Kehilangan Guru Besar
- account_circle Wan
- calendar_month Sab, 4 Apr 2026
- visibility 48

NEWS PUBLIK | Tanjab Barat — 40 hari wafat KH Hasan Basri Tanjab Barat diperingati dalam suasana penuh khidmat dan haru. Ulama kharismatik yang dikenal luas di tengah masyarakat itu dikenang sebagai sosok guru, penasihat, sekaligus panutan umat.
Peringatan 40 hari wafatnya almarhum KH. Hasan Basri bin Sahari digelar di Pondok Pesantren As Syatibi, Jalan Syekh Ustman, Desa Tungkal I, pada Sabtu, 4 April 2026. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Walimah Safar Haji H. Zakaria Ansori serta Halal Bihalal yang dihadiri berbagai elemen masyarakat.
Bupati Tanjung Jabung Barat, H. Anwar Sadat, hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian ulama yang selama ini menjadi tokoh sentral dalam kehidupan keagamaan di daerah.
40 Hari Wafat KH Hasan Basri Tanjab Barat, Kehilangan Sosok Guru dan Penasihat
Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat menegaskan bahwa kehadirannya bukan semata sebagai kepala daerah, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar yang merasakan kehilangan mendalam.
Ia mengungkapkan bahwa KH. Hasan Basri bukan hanya seorang ulama, tetapi juga guru dan penasihat pribadi yang memiliki kedekatan khusus dengan dirinya dan keluarga.
“Kehadiran saya di sini bukan sekadar sebagai Bupati, namun sebagai bagian dari keluarga besar yang merasa sangat kehilangan,” ungkapnya.
Menurutnya, kepergian almarhum meninggalkan kekosongan besar, terutama dalam hal bimbingan spiritual dan nasihat yang selama ini menjadi pegangan bagi banyak pihak.
Doa dan Harapan Amal Jariyah Terus Mengalir
Bupati Anwar Sadat juga mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk bersama-sama mendoakan almarhum agar segala amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT.
Ia berharap ilmu yang telah diajarkan almarhum selama hidupnya dapat menjadi amal jariyah yang terus mengalir tanpa henti.
“Semoga segala amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan ilmu yang beliau ajarkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” ujarnya.
Selain itu, ia juga memberikan apresiasi kepada keluarga dan panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum.
“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Ini adalah bentuk menghargai, mengenang, dan mencintai beliau serta zuriatnya,” tambahnya.
Dimakamkan di Pemakaman Khusus Tuan Guru
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan bahwa almarhum KH. Hasan Basri dimakamkan di kawasan pemakaman khusus yang diperuntukkan bagi para tuan guru di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Lokasi tersebut menjadi simbol penghormatan atas jasa besar para ulama yang telah mengabdikan hidupnya dalam membimbing umat.
“Beliau dimakamkan di pemakaman berkah di bagian depan, yang memang dipersiapkan untuk para tuan guru yang telah berjasa mendidik dan membimbing masyarakat,” jelasnya.
Hal ini semakin menegaskan posisi almarhum sebagai sosok ulama yang memiliki kontribusi besar dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Dedikasi Tinggi dalam Kegiatan Keagamaan dan Pemerintahan
Bupati Anwar Sadat juga mengenang dedikasi almarhum yang hampir tidak pernah absen dalam berbagai kegiatan keagamaan maupun kegiatan pemerintah daerah sejak dirinya menjabat pada tahun 2021.
Ia menilai bahwa kehadiran KH. Hasan Basri dalam berbagai kegiatan tersebut menunjukkan komitmen dan kepedulian tinggi terhadap pembinaan umat.
“Sejak saya menjabat, beliau hampir selalu hadir dalam kegiatan keagamaan yang dilaksanakan pemerintah daerah. Ini menunjukkan betapa besar peran beliau sebagai guru, penasihat, dan alim ulama yang sangat dihormati,” terangnya.
Dedikasi tersebut menjadi warisan berharga yang akan terus dikenang oleh masyarakat Tanjung Jabung Barat.
Momentum Doa untuk Calon Jamaah Haji
Selain sebagai ajang mengenang almarhum, kegiatan ini juga menjadi momentum doa bersama bagi H. Zakaria Ansori yang akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.
Dalam kesempatan itu, Bupati turut mendoakan agar perjalanan ibadah haji yang akan dijalani diberikan kelancaran, kesehatan, serta keselamatan.
“Semoga keberangkatan ke Tanah Suci membawa keberkahan bagi keluarga dan daerah kita tercinta,” tutupnya.
Tausiah dan Kehadiran Tokoh Masyarakat
Kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustaz Fachrudin Nur, yang memberikan pesan-pesan keagamaan serta mengajak jamaah untuk terus meneladani nilai-nilai yang telah diajarkan almarhum.
Acara ini turut dihadiri oleh Danramil Tungkal Ilir, para alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga besar almarhum KH. Hasan Basri.
Suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan mewarnai seluruh rangkaian kegiatan, mencerminkan besarnya penghormatan dan kecintaan masyarakat terhadap sosok almarhum.
- Penulis: Wan
