DRAMATIS! EVAKUASI ODGJ KAUR MENGAMUK, TRC DMF Langgar Tarbiyah Bergerak Cepat Evakuasi ke RSKJ Bengkulu
- account_circle Apen Rozali
- calendar_month Ming, 5 Apr 2026
- visibility 176

ODGJ Kaur dibawa ke RSKJ Bengkulu untuk penanganan intensif.
NEWS PUBLIK | KAUR – Evakuasi ODGJ Kaur kembali dilakukan secara dramatis oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Darurat Fisik dan Mental (DMF) Langgar Tarbiyah. Aksi cepat ini dilakukan setelah warga Desa Sukamenanti, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, mengeluhkan perilaku seorang ODGJ berinisial AT yang mengamuk dan meresahkan lingkungan.
Peristiwa tersebut bahkan membuat warga berlarian menyelamatkan diri. Kondisi semakin memprihatinkan karena ibu kandung dari yang bersangkutan disebut tidak berani kembali ke rumah akibat ketakutan.
Merespons situasi darurat tersebut, TRC DFM Langgar Tarbiyah kembali turun tangan pada awal April 2026, setelah sebelumnya juga melakukan penanganan serupa pada akhir Maret 2026.
Tim yang terlibat dalam evakuasi ini antara lain Sah Johan, Apen Rozali, Robi Ari Fary, dan Winiarti yang merupakan lulusan Diklat SUSBALAN PSM. Mereka bergerak cepat bersama relawan Sabrianto untuk mengamankan kondisi di lapangan.

Evakuasi ODGJ Kaur Diawali Koordinasi Kilat Lintas Sektor
Sebelum proses evakuasi dilakukan, tim terlebih dahulu menggelar koordinasi cepat dengan berbagai pihak terkait. Di antaranya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Polsek Maje, Dinas Sosial, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas setempat.
Koordinasi ini juga melibatkan Kepala Desa Sukamenanti, aparat kepolisian, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kaur, Dr. H. Sidarmin T, M.Pd.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Sosial menegaskan pentingnya sinergi semua pihak dalam menangani kasus ODGJ yang terus meningkat di wilayah Kabupaten Kaur.
Ia menyampaikan bahwa evakuasi yang dilakukan hanyalah langkah awal dalam proses penanganan medis. Kesembuhan pasien sangat bergantung pada peran keluarga dalam memastikan kepatuhan konsumsi obat secara rutin.
“Evakuasi ini bersifat darurat sebagai pintu masuk pengobatan ke rumah sakit. Namun untuk penyembuhan total, dibutuhkan kesungguhan keluarga dalam memastikan obat diminum oleh klien,” tegasnya di hadapan warga dan aparat desa.

Pentingnya Peran Keluarga dalam Penanganan ODGJ Kaur
Dalam evaluasi yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB, Kepala Dinas Sosial juga memberikan arahan kepada seluruh kepala desa se-Kabupaten Kaur.
Ia menekankan pentingnya pendataan keluarga dengan anggota ODGJ ke dalam sistem kesejahteraan sosial nasional, khususnya melalui aplikasi SIKS-NG.
Menurutnya, keluarga dengan kondisi tersebut perlu dipastikan masuk dalam kategori desil 1 hingga 4 agar dapat diusulkan sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) disabilitas seumur hidup.
Langkah ini dinilai penting untuk memberikan jaminan sosial sekaligus meringankan beban keluarga dalam merawat anggota yang mengalami gangguan jiwa.
Proses Evakuasi Sempat Terkendala Keterbatasan Obat
Dalam proses evakuasi ODGJ Kaur, tim bersama tenaga kesehatan sempat menghadapi kendala teknis.
Mereka harus singgah terlebih dahulu di Puskesmas Linau karena ketersediaan obat pasien dinilai masih terbatas.
Melalui komunikasi via telepon seluler, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur memberikan arahan kepada tim medis agar terus menjaga sinergitas dengan TRC demi kelancaran proses evakuasi.
Koordinasi yang solid ini menjadi kunci keberhasilan penanganan di lapangan yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan tindakan.

ODGJ Kaur Berhasil Dievakuasi ke RSKJ Bengkulu
Setelah melalui proses panjang dan penuh kehati-hatian, evakuasi akhirnya berhasil dilakukan.
Menjelang sore hari, ODGJ berinisial AT telah tiba dan diterima di Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Bengkulu untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Keberhasilan ini menjadi bukti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani kasus darurat sosial dan kesehatan mental di masyarakat.
Tim berharap, dengan penanganan intensif di rumah sakit, kondisi pasien dapat segera membaik dan kembali stabil.
- Penulis: Apen Rozali
