Hesti Haris Dorong Gerakan Pangan Murah, Inflasi Terkendali dan Gizi Terjaga
- account_circle GR
- calendar_month Rab, 15 Apr 2026
- visibility 63

NEWS PUBLIK | Jambi — Gerakan Pangan Murah kembali ditegaskan sebagai langkah konkret menjaga daya beli masyarakat, mengendalikan inflasi, dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Komitmen itu ditunjukkan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris (Hesti Haris) melalui kegiatan Pojok Berkah yang dirangkaikan dengan Sarapan Bergizi dan Gerakan Pangan Murah (GPM), Rabu (15/04/2026), di Halaman Kantor TP-PKK Provinsi Jambi.
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi TP-PKK Provinsi Jambi bersama Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi dan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.
Sejak pagi, masyarakat terlihat antusias memadati lokasi kegiatan untuk memperoleh bahan pangan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan strategis lainnya dengan harga lebih murah dibanding harga pasaran.
Selain itu, masyarakat juga menikmati sarapan gratis yang disediakan TP-PKK Provinsi Jambi melalui program PKK Berkah Berbagi.
Gerakan Pangan Murah Jadi Solusi Jaga Daya Beli
Dalam sambutannya, Hesti Haris menegaskan Gerakan Pangan Murah merupakan langkah nyata membantu masyarakat menghadapi dinamika harga kebutuhan pokok.
“Gerakan Pangan Murah ini tentu sudah terbayang oleh kita semua, isinya adalah kebutuhan yang sangat mendasar seperti beras, minyak, dan bahan pokok lainnya. Ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama dalam menjaga kestabilan pengeluaran rumah tangga,” ujarnya.
Hesti juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang dinilai terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan TP-PKK dalam pengendalian inflasi serta penguatan ekonomi masyarakat.
“Hari ini masyarakat semakin memahami bahwa Bank Indonesia tidak hanya mengurus soal uang, tetapi juga berperan aktif dalam membantu kemajuan ekonomi daerah dan masyarakat, termasuk dalam upaya pencegahan dan pengendalian inflasi. Terima kasih atas dukungan dan kolaborasinya,” tambahnya.
Menurut Hesti, kegiatan ini bukan sekadar operasi pasar murah, tetapi juga menjadi sarana edukasi masyarakat tentang pentingnya belanja bijak, pengelolaan keuangan keluarga, dan pemenuhan gizi seimbang.
“Melalui Pojok Berkah, kami juga menghadirkan sarapan gratis yang insya Allah bergizi. Kami ingin masyarakat tidak hanya mendapatkan bahan pokok murah, tetapi juga perhatian terhadap kebutuhan gizi keluarga,” tuturnya.

Bank Indonesia Perkuat Strategi Kendalikan Inflasi Pangan
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Robby Fathir Nashary, menegaskan keterlibatan BI dalam kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi melalui sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Menurutnya, pengendalian inflasi, khususnya pada kelompok pangan bergejolak atau volatile food, membutuhkan kerja sama kuat antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Gerakan Pangan Murah ini adalah salah satu langkah konkret untuk menjaga ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga di masyarakat,” jelas Robby.
Ia menambahkan, stabilitas harga pangan sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga masyarakat merasakan langsung manfaatnya. Stabilitas harga bukan hanya angka statistik, tetapi menyangkut kesejahteraan masyarakat sehari-hari,” tegasnya.

Ketahanan Pangan Diperkuat Lewat Sinergi Distribusi
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Johansyah, memastikan ketersediaan bahan pangan pokok di Jambi dalam kondisi aman dan distribusi berjalan lancar.
Menurutnya, melalui Gerakan Pangan Murah, rantai distribusi dipersingkat sehingga harga yang diterima masyarakat menjadi lebih terjangkau.
“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kita memperpendek rantai distribusi sehingga harga yang diterima masyarakat menjadi lebih terjangkau. Ini bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mengantisipasi potensi gejolak harga,” ujar Johansyah.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan, mulai dari produksi, distribusi, hingga konsumsi.
“Kami terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk TP-PKK dan Bank Indonesia, agar program-program stabilisasi pasokan dan harga pangan dapat berjalan efektif. Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab satu instansi, tetapi tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Pojok Berkah Diperkuat untuk Kesejahteraan Berkelanjutan
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pengurus TP-PKK, perwakilan organisasi wanita, mitra kerja, dan perangkat daerah terkait.
Tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa program seperti ini sangat dibutuhkan, terutama dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga.
Melalui kegiatan Pojok Berkah yang dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah dan Sarapan Bergizi, TP-PKK Provinsi Jambi bersama Bank Indonesia dan Dinas Ketahanan Pangan berharap sinergi pengendalian inflasi, stabilisasi pangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat terus diperkuat secara berkelanjutan.
Dengan penguatan program ini, Hesti Haris menegaskan komitmennya agar pangan tetap terjangkau, gizi masyarakat terjaga, dan inflasi daerah tetap terkendali.
- Penulis: GR
