Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tumpukan Sampah di Rajeg Menggunung Buat Geram LSM GPBB, Bau Menyengat Bikin Warga Sesak Napas

  • account_circle Bandi
  • calendar_month Sel, 14 Apr 2026
  • visibility 61
tumpukan sampah di Rajeg

Tumpukan sampah menggunung di wilayah Tanjakan, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang.

📰 Tumpukan Sampah di Rajeg Menggunung Buat Geram LSM GPBB, Bau Menyengat Bikin Warga Sesak Napas

NEWS PUBLIK | TANGERANG – Tumpukan sampah di Rajeg kian memprihatinkan dan memicu kemarahan publik. Sampah yang menggunung di sepanjang Jalan Raya Tanjakan, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menimbulkan bau menyengat yang mengganggu kesehatan warga sekitar.

Kondisi ini mendapat sorotan tajam dari Ketua DPC LSM GPBB, Nuryadi, yang akrab disapa Dot. Ia menilai persoalan tersebut sudah sangat mendesak untuk segera ditangani oleh pemerintah.

“Sampah-sampah ini semakin hari semakin bertambah. Aroma bau yang menyengat membuat napas sesak dan sangat merusak lingkungan,” ujar Nuryadi dengan nada geram saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, persoalan tumpukan sampah di Rajeg bukan hanya soal estetika lingkungan, melainkan telah menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Bau busuk yang ditimbulkan mengganggu aktivitas sehari-hari warga, bahkan berpotensi menimbulkan berbagai penyakit.

Nuryadi menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Ia menyebut, tumpukan sampah yang terus meningkat menjadi sumber pencemaran lingkungan yang serius.

Selain menimbulkan bau tak sedap, sampah yang dibiarkan menumpuk juga berisiko menjadi sarang penyakit, seperti lalat, tikus, hingga bakteri berbahaya yang dapat mengancam kesehatan warga sekitar.

Ini jelas sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Lingkungan jadi tercemar, udara tidak sehat, dan potensi penyakit semakin besar,” tegasnya.

Ia pun mendesak pemerintah setempat maupun pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret dan tegas dalam menangani persoalan ini. Menurutnya, tanpa intervensi serius, kondisi tumpukan sampah di Rajeg akan semakin memburuk.

Tak hanya mengkritisi pemerintah, Nuryadi juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat.

Jangan biarkan sampah terus menumpuk dan merusak lingkungan kita. Mari kita jaga kebersihan lingkungan demi kesehatan dan kenyamanan bersama,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan tumpukan sampah di Rajeg tidak akan selesai jika hanya mengandalkan pemerintah tanpa partisipasi aktif masyarakat. Kebiasaan membuang sampah sembarangan harus segera dihentikan.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Fadil, seorang pengendara sepeda motor yang kerap melintas di lokasi tersebut. Ia menilai banyak oknum yang tidak bertanggung jawab membuang sampah sembarangan, sehingga memperparah kondisi lingkungan.

Saat ini banyak oknum yang buang sampah sembarangan. Coba pasang CCTV biar jera tuh para pembuang sampah. Masa mau dibiarin aja kaya gitu,” ujarnya.

Fadil berharap pemerintah tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga menyediakan solusi nyata agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan.

Ia mengusulkan agar pemerintah menyediakan tempat sampah yang memadai, termasuk Tempat Penampungan Sementara (TPS) di wilayah tersebut.

Kasih semua warga tempat sampah, atau sediakan tempat penampungan sampah sementara di wilayah tersebut, agar nantinya masyarakat jelas harus buang ke mana sampahnya,” jelasnya.

Menurut Fadil, langkah tersebut penting agar masyarakat memiliki akses yang jelas dalam membuang sampah, sehingga tidak lagi menjadikan pinggir jalan sebagai tempat pembuangan liar.

Jangan asal buang, ayolah berpikir dan bergerak demi keindahan lingkungan,” pungkasnya.

Fenomena tumpukan sampah di Rajeg mencerminkan persoalan klasik pengelolaan sampah yang belum tertangani secara optimal. Tanpa penanganan terpadu antara pemerintah dan masyarakat, kondisi ini dikhawatirkan akan terus berulang dan semakin parah.

Langkah-langkah seperti penegakan hukum, penyediaan fasilitas memadai, serta edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mengatasi permasalahan ini.

Kini, publik menunggu aksi nyata pemerintah daerah untuk segera turun tangan sebelum dampak yang ditimbulkan semakin meluas dan merugikan masyarakat.

  • Penulis: Bandi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bak Pemilu, SMP Negeri 3 Bonjol Gelar Pemilihan Ketua OSIS Periode 2025 – 2026

    Bak Pemilu, SMP Negeri 3 Bonjol Gelar Pemilihan Ketua OSIS Periode 2025 – 2026

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Pasaman Sumbar – Suasana demokrasi kembali terasa kuat di lingkungan SMP Negeri 3 Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Sekolah tersebut menggelar pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS periode 2025–2026 dengan mekanisme yang dibuat menyerupai proses pemilu pada umumnya. Pemilihan berlangsung pada Rabu, 19 November 2025, dan diikuti oleh 205 siswa dari kelas VII, […]

  • Hadiri Pelantikan Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat, Wagub Sani Tekankan Menjaga Keutuhan NKRI

    Hadiri Pelantikan Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat, Wagub Sani Tekankan Menjaga Keutuhan NKRI

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Jambi (Diskominfo Provinsi Jambi) – Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I menghadiri pelantikan Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) periode 2025 – 2030 Kota Jambi dan juga melantik Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, MKM sebagai anggota kehormatan PPAD, bertempat di Gedung Griya Mayang Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Senin (07/07/2025) […]

  • Al Haris Tunjukkan Kepemimpinan Inovatif di Tengah Krisis Global dan Tekanan Fiskal Daerah

    Al Haris Tunjukkan Kepemimpinan Inovatif di Tengah Krisis Global dan Tekanan Fiskal Daerah

    • 1Komentar

    Al Haris Tunjukkan Kepemimpinan Inovatif di Tengah Krisis Global dan Tekanan Fiskal Daerah Oleh: Nanda Herlambang, S.H., M.H. (Staff Khusus Gubernur Jambi) Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang kian kompleks, kepemimpinan daerah tidak lagi cukup hanya adaptif, tetapi juga dituntut mampu mengambil keputusan strategis dalam ruang fiskal yang semakin terbatas. Dalam konteks ini, Gubernur Jambi, […]

  • Presiden Prabowo Lantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan

    Presiden Prabowo Lantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan periode 2024–2029. Pelantikan tersebut dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (5/2/2026). Pelantikan Juda Agung didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 3/M Tahun 2026. Dengan pengangkatan tersebut, […]

  • Rudy Disebut Broker di Persidangan: Apakah Keterangannya Merupakan Fakta Hukum atau Narasi yang Dilebih-lebihkan?

    Rudy Disebut Broker di Persidangan: Apakah Keterangannya Merupakan Fakta Hukum atau Narasi yang Dilebih-lebihkan?

    • 2Komentar

    Opini Hukum Oleh: ELAS ANRA DERMAWAN, SH (Kuasa Hukum Wawan Setiawan) Dalam setiap proses peradilan pidana, khususnya perkara yang mendapat perhatian publik luas, terdapat satu prinsip fundamental yang tidak boleh diabaikan, yaitu bahwa kebenaran hukum hanya dapat ditentukan melalui mekanisme pembuktian yang sah dan objektif di persidangan. Setiap keterangan yang muncul dalam proses hukum harus […]

  • Memaknai Puasa Melampaui Lapar dan Haus

    Memaknai Puasa Melampaui Lapar dan Haus

    • 1Komentar

    Oleh: Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP (Akademisi UIN STS Jambi) Puasa kerap dipahami sebagai kewajiban ritual yang bersifat individual, sebuah praktik spiritual yang ditempatkan semata dalam relasi privat antara manusia dan Tuhan. Dalam kerangka ini, puasa seolah selesai pada kepatuhan personal. Namun pembacaan yang terlalu privat justru menyederhanakan maknanya. Puasa bukan sekadar ritus […]

expand_less