Breaking News
Trending Tags

Pertumbuhan Ekonomi Jambi dan Paradoks Awal Tahun

  • account_circle Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.MS.
  • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
  • print Cetak

Prof Haryadi membahas pertumbuhan ekonomi Jambi 2026

Pertumbuhan Ekonomi Jambi dan Paradoks Awal Tahun

Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.MS.
(Pakar Ekonomi Jambi | Guru Besar Ekonomi Universitas Jambi)

Pertumbuhan Positif di Tengah Perlambatan Ekonomi

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi pada 4 Mei 2026 merilis bahwa pertumbuhan ekonomi Jambi pada Triwulan I 2026 mencapai 4,33 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y). Angka tersebut memang masih menunjukkan bahwa ekonomi daerah berada dalam zona pertumbuhan positif di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung. Namun jika dibandingkan dengan Triwulan IV 2025 yang tumbuh sekitar 4,77 persen, terlihat jelas bahwa momentum pertumbuhan mulai mengalami perlambatan. Bahkan secara kuartalan (quarter-to-quarter/q-to-q), ekonomi Jambi mengalami kontraksi sebesar 4,55 persen dibanding akhir tahun 2025. Di sinilah letak paradoks ekonomi Jambi saat ini, yaitu tumbuh secara statistik tetapi melambat dalam kenyataan ekonomi sehari-hari.

Jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional, posisi Jambi juga menunjukkan tantangan tersendiri dalam struktur pembangunan daerah. Pada Triwulan I 2026, ekonomi nasional tumbuh sekitar 4,87 persen (sedikit lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi Jambi). Perbedaan ini memperlihatkan bahwa daya tahan ekonomi Jambi relatif lebih lemah dibanding rata-rata nasional. Secara nasional, pertumbuhan mulai didorong oleh industri pengolahan, digitalisasi ekonomi, investasi, dan konsumsi rumah tangga yang lebih kuat. Sementara itu, ekonomi Jambi masih bertumpu pada komoditas primer yang sangat bergantung pada dinamika pasar global dan belanja pemerintah daerah.

Fenomena perlambatan ekonomi pada awal tahun sebenarnya bukan sesuatu yang baru dalam dinamika ekonomi daerah. Hampir setiap tahun, Triwulan I selalu menjadi periode perlambatan setelah tingginya aktivitas ekonomi pada akhir tahun sebelumnya. Pada Triwulan IV, realisasi APBD dan APBN biasanya dipercepat agar serapan anggaran mencapai target maksimal menjelang penutupan tahun fiskal. Selain itu, konsumsi masyarakat meningkat akibat momentum Natal, Tahun Baru, serta aktivitas perdagangan yang mencapai puncaknya pada akhir tahun. Ketika memasuki awal tahun, pola ekonomi berubah karena proyek pemerintah belum berjalan optimal, konsumsi mulai normal kembali, dan dunia usaha masih menunggu arah pasar.

Ketergantungan Komoditas dan Lemahnya Struktur Ekonomi

Namun persoalannya bukan sekadar perlambatan musiman yang selalu terjadi pada awal tahun. Yang jauh lebih penting adalah mengapa pola tersebut terus berulang dan menunjukkan ketergantungan ekonomi daerah terhadap faktor-faktor yang sifatnya jangka pendek. Ekonomi yang sehat seharusnya memiliki fondasi produksi dan investasi yang mampu menjaga stabilitas pertumbuhan sepanjang tahun. Jika setiap awal tahun ekonomi langsung melemah karena belanja pemerintah turun, maka hal itu menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat belum cukup mandiri. Artinya, pertumbuhan ekonomi Jambi masih sangat dipengaruhi pengeluaran negara dibanding kekuatan sektor produktif masyarakat dan dunia usaha.

Salah satu penyebab utama kondisi tersebut adalah struktur ekonomi Jambi yang masih sangat bergantung pada komoditas primer. Batu bara, kelapa sawit, karet, dan hasil perkebunan lainnya masih menjadi penopang utama aktivitas ekonomi daerah. Ketika harga komoditas dunia meningkat, pertumbuhan ekonomi daerah ikut terdorong secara cepat dan signifikan. Namun ketika harga melemah atau permintaan global terganggu, ekonomi daerah langsung mengalami tekanan yang cukup besar. Struktur ekonomi seperti ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi Jambi menjadi sangat sensitif terhadap faktor eksternal yang sulit dikendalikan pemerintah daerah.

Dalam beberapa bulan terakhir, harga batu bara dunia sebenarnya masih berada dalam tren yang relatif baik akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik internasional. Konflik Timur Tengah, perang Rusia-Ukraina, dan ketegangan perdagangan global mendorong kenaikan harga energi dunia termasuk batu bara. Secara teori, kondisi tersebut seharusnya memberikan keuntungan besar bagi daerah penghasil batu bara seperti Jambi. Aktivitas ekspor meningkat, penerimaan perusahaan tambang naik, dan perputaran ekonomi sektor transportasi serta perdagangan ikut bergerak. Namun kenyataannya, kenaikan harga batu bara belum cukup mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jambi pada awal tahun 2026.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa ekonomi Jambi tidak cukup hanya bergantung pada satu sektor unggulan. Ketika sektor pertambangan mengalami peningkatan, beberapa sektor lain justru mengalami pelemahan yang cukup tajam. Data BPS memperlihatkan bahwa sektor konstruksi mengalami kontraksi signifikan pada Triwulan I 2026 seiring melambatnya proyek pembangunan pemerintah. Sektor jasa pendidikan dan jasa lainnya juga mengalami penurunan akibat berkurangnya aktivitas ekonomi setelah akhir tahun. Bahkan konsumsi pemerintah turun lebih dari 30 persen secara kuartalan, padahal selama ini belanja pemerintah masih menjadi motor penting penggerak ekonomi daerah.

Infrastruktur, Geopolitik, dan Ancaman Ekonomi Global

Kondisi ini memperlihatkan lemahnya diversifikasi ekonomi Jambi dalam menciptakan sumber pertumbuhan baru yang lebih stabil. Ketika belanja pemerintah turun, aktivitas ekonomi langsung melemah karena sektor swasta belum mampu mengambil peran lebih besar. Ketika harga komoditas terganggu, ekonomi daerah juga langsung kehilangan daya dorong utama pertumbuhannya. Situasi ini menunjukkan bahwa ekonomi daerah belum memiliki basis industri pengolahan yang cukup kuat untuk menciptakan nilai tambah berkelanjutan.

Akibatnya, pertumbuhan ekonomi Jambi masih cenderung bersifat fluktuatif dan mengikuti siklus komoditas global.

Persoalan lainnya adalah bahwa kenaikan harga komoditas belum tentu otomatis meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas. Dalam banyak kasus, keuntungan terbesar justru dinikmati perusahaan besar dan kelompok pemilik modal yang terhubung dengan perdagangan komoditas global. Sementara itu, dampak pengganda terhadap ekonomi rakyat relatif terbatas karena sebagian besar aktivitas ekonomi masih berorientasi pada penjualan bahan mentah. Batu bara dan sawit sebagian besar diekspor tanpa proses hilirisasi industri yang mampu menciptakan nilai tambah lebih tinggi di daerah. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi secara statistik terlihat meningkat, tetapi distribusi manfaat ekonominya belum sepenuhnya dirasakan masyarakat luas.

Selain persoalan struktur ekonomi, Jambi juga masih menghadapi tantangan serius dalam bidang infrastruktur dan efisiensi distribusi ekonomi. Polemik jalan hauling batu bara yang berkepanjangan memperlihatkan lemahnya sinkronisasi kebijakan antara kepentingan ekonomi dan kepentingan publik. Kemacetan angkutan batu bara, kerusakan jalan, dan tingginya biaya logistik menyebabkan aktivitas ekonomi menjadi tidak efisien. Kondisi ini bukan hanya mengganggu masyarakat, tetapi juga mengurangi daya saing ekonomi daerah dalam jangka panjang. Jika persoalan infrastruktur tidak segera diselesaikan, maka potensi pertumbuhan ekonomi Jambi akan terus tertahan oleh biaya ekonomi yang semakin tinggi.

Ketergantungan terhadap komoditas juga membuat ekonomi Jambi sangat rentan terhadap perubahan geopolitik global yang sulit diprediksi. Perlambatan ekonomi Tiongkok, perubahan kebijakan perdagangan internasional, dan ketidakpastian harga energi dunia dapat langsung memengaruhi permintaan ekspor komoditas daerah. Artinya, arah pertumbuhan ekonomi Jambi saat ini tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh faktor lokal semata. Daerah menjadi sangat bergantung pada dinamika pasar global yang sering kali berada di luar kendali pemerintah daerah maupun pelaku ekonomi lokal. Dalam situasi seperti ini, ketahanan ekonomi daerah menjadi sangat penting agar guncangan global tidak langsung melemahkan ekonomi masyarakat.

Prospek Triwulan Berikutnya dan Agenda Transformasi Ekonomi

Untuk Triwulan II dan III 2026, peluang pemulihan ekonomi Jambi sebenarnya masih cukup terbuka apabila beberapa faktor pendukung bergerak secara positif. Belanja pemerintah biasanya mulai meningkat setelah proses administrasi dan lelang proyek selesai pada awal tahun. Aktivitas konstruksi dan pembangunan infrastruktur juga diperkirakan mulai bergerak kembali pada pertengahan tahun. Selain itu, stabilitas harga batu bara dan CPO dunia masih berpotensi menopang pertumbuhan sektor ekspor daerah. Namun peluang tersebut tetap harus dibaca secara hati-hati karena ketidakpastian ekonomi global masih sangat tinggi dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi bukan sekadar soal angka yang diumumkan setiap triwulan, melainkan tentang sejauh mana kesejahteraan benar-benar dirasakan masyarakat. Jambi sesungguhnya memiliki segudang keunggulan dibanding banyak provinsi lain, mulai dari kekayaan sumber daya alam, posisi geografis yang strategis, potensi perkebunan dan pertambangan, hingga peluang pengembangan ekonomi hijau dan hilirisasi industri. Tantangan perlambatan ekonomi saat ini seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat fondasi ekonomi yang lebih produktif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang tepat, Jambi tidak hanya dapat tumbuh lebih tinggi, tetapi juga tumbuh lebih kokoh dan merata bagi seluruh masyarakatnya. Sebab daerah yang memiliki kekayaan alam melimpah tetapi masyarakatnya belum sejahtera pada akhirnya hanya akan menjadi daerah kaya tetapi miskin, kaya sumber daya namun miskin nilai tambah, miskin pemerataan, dan miskin masa depan.-

  • Penulis: Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.MS.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinas Pertanian Pemkab Kaur Teken PKS Dana Operasional Sarpras Sawit 2026

    Dinas Pertanian Pemkab Kaur Teken PKS Dana Operasional Sarpras Sawit 2026

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | KAUR – Dinas Pertanian Kabupaten Kaur resmi memperkuat komitmen dalam pengembangan sektor perkebunan dengan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait dukungan dana operasional kegiatan sarana dan prasarana (sarpras) perkebunan kelapa sawit untuk tahun anggaran 2026. Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memastikan dukungan operasional serta infrastruktur perkebunan sawit […]

  • Periksa Oknum DPR Kota Jambi, Terkait Proyek Pokir

    Periksa Oknum DPR Kota Jambi, Terkait Proyek Pokir

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, JAMBI – Dugaan praktik tidak transparan dan indikasi penyimpangan pekerjaan fisik kembali mencoreng pengerjaan infrastruktur di Kota Jambi. Proyek pembangunan struktur perkuatan dinding tebing sungai yang berlokasi di wilayah RT 17 Kelurahan Pematang Sulur, Kota Jambi, kini mendadak menjadi sorotan publik dan mendesak untuk segera diusut tuntas oleh aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan. […]

  • Enam Orang Diamankan Satresnarkoba Polres Sabang, Ganja dan Alat Hisap Disita | News Publik.perss

    Enam Orang Diamankan Satresnarkoba Polres Sabang, Ganja dan Alat Hisap Disita | News Publik.perss

    • 0Komentar

    BREAKING : NEWS PUBLIK  Enam Orang Diamankan Satresnarkoba Polres Sabang, Ganja dan Alat Hisap Disita Sabang –NEWS PUBLIK  | 24 Agustus 2026 | Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Sabang mengamankan enam orang yang diduga menggunakan narkotika jenis ganja dan sabu di sebuah kamar Hotel, Kec.Sukakarya Kota Sabang, Minggu (23/08/2026) sekitar pukul 01.15 WIB. Penindakan dipimpin Kasat […]

  • Safari Ramadhan dan Tarawih Keliling di Kecamatan Pedes

    Safari Ramadhan dan Tarawih Keliling di Kecamatan Pedes

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | Karawang – Wakil Bupati Karawang, H. Maslani menghadiri kegiatan Safari Ramadhan Tarawih Keliling di Masjid Darussalam, Desa Karangjaya, Kecamatan Pedes, pada Selasa (24/2/2026). Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong masyarakat Kecamatan Pedes. “Membangun Karawang tidak bisa hanya oleh pemerintah saja, harus bersama-sama. Seperti shalat berjamaah, kalau imamnya sudah […]

  • EVALUASI DAPUR SPPG BGN: Langkah Tegas Pastikan Kualitas Gizi Anak di Karawang

    EVALUASI DAPUR SPPG BGN: Langkah Tegas Pastikan Kualitas Gizi Anak di Karawang

    • 1Komentar

    NEWS PUBLIK | KARAWANG – Evaluasi dapur SPPG BGN menjadi langkah strategis pemerintah dalam memastikan kualitas program pemenuhan gizi berjalan optimal. Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Kabupaten Purwakarta mengikuti kegiatan pengarahan dan evaluasi pelaksanaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional. Kegiatan ini menghadirkan sebanyak […]

  • Tragis! Detik-Detik Kecelakaan KRL Bekasi Timur, Adu Banteng dengan Argo Bromo Anggrek

    Tragis! Detik-Detik Kecelakaan KRL Bekasi Timur, Adu Banteng dengan Argo Bromo Anggrek

    • 1Komentar

    NEWS PUBLIK | Bekasi – Kecelakaan KRL Bekasi Timur terjadi pada Senin malam (27/4/2026) sekitar pukul 20.55 WIB dan memicu kepanikan besar di kawasan Stasiun Bekasi Timur. Insiden tragis ini melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line tujuan Bekasi dan Kereta Api (KA) jarak jauh Argo Bromo Anggrek dengan rute Gambir–Surabaya Pasarturi. Benturan keras yang […]

expand_less