Netty Hasanah Diduga Tinggalkan SMPN 7 Dalam Kondisi Carut Marut
- account_circle Tim/Red
- calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
- print Cetak

NEWS PUBLIK | JAMBI – SMPN 7 Kota Jambi tengah menjadi sorotan setelah muncul informasi mengenai dugaan kondisi internal sekolah yang disebut memprihatinkan dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun News Publik dari sejumlah guru, muncul keluhan terkait pola kepemimpinan sebelumnya yang dinilai belum mampu membawa perubahan besar dalam membangun kualitas pendidikan, baik dari sisi pembinaan siswa maupun penguatan kinerja tenaga pendidik.
Sejumlah guru yang memberikan informasi menyampaikan adanya kekecewaan selama kepemimpinan kepala sekolah sebelumnya. Bahkan, nama mantan kepala sekolah Netty Hasanah disebut masih menjadi pembicaraan di kalangan internal sekolah.
Namun, seluruh informasi tersebut masih membutuhkan klarifikasi dari pihak terkait untuk mendapatkan penjelasan secara utuh.
SMPN 7 Kota Jambi Disorot, Guru Pertanyakan Arah Kepemimpinan Sekolah
Persoalan sekolah bukan hanya berbicara mengenai kegiatan belajar mengajar, tetapi juga bagaimana seorang pemimpin mampu membangun lingkungan kerja yang sehat, meningkatkan profesionalitas guru, serta menciptakan budaya pendidikan yang berkualitas.
Menurut sumber internal, kondisi SMPN 7 Kota Jambi disebut membutuhkan pembenahan serius setelah pergantian kepemimpinan.
Kepala sekolah baru yang kini dipercaya memimpin SMPN 7 Kota Jambi diharapkan mampu melakukan langkah perbaikan dan mengembalikan kepercayaan para guru, staf, orang tua siswa, serta masyarakat terhadap sekolah tersebut.
Dinas Pendidikan Kota Jambi juga didorong untuk lebih selektif dalam menentukan figur kepala sekolah, agar posisi strategis tersebut benar-benar diisi oleh sosok yang memiliki kemampuan manajerial dan komitmen memajukan pendidikan.
Sebab, kualitas sekolah tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi juga oleh kepemimpinan yang mampu menggerakkan seluruh elemen pendidikan.
Dugaan Pengelolaan Dana BOS SMPN 7 Kota Jambi Jadi Sorotan, Diminta Dibuka Transparan
Selain persoalan kepemimpinan, muncul pula sorotan terkait penggunaan anggaran pendidikan, khususnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) selama periode kepemimpinan sebelumnya.
Sejumlah pihak meminta agar pengelolaan dana BOS SMPN 7 Kota Jambi diperiksa secara transparan apabila terdapat indikasi penyimpangan atau penggunaan yang tidak sesuai aturan.
Dorongan pemeriksaan tersebut diarahkan kepada lembaga yang memiliki kewenangan seperti Inspektorat, aparat penegak hukum, maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memastikan setiap rupiah anggaran pendidikan benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.
Dana BOS merupakan anggaran publik yang diperuntukkan bagi kebutuhan pendidikan. Karena itu, transparansi dan akuntabilitas menjadi hal yang wajib dijaga.
Masyarakat berharap persoalan yang muncul di SMPN 7 Kota Jambi tidak berhenti hanya menjadi perbincangan internal, tetapi menjadi momentum evaluasi besar untuk memperbaiki tata kelola pendidikan.
- Penulis: Tim/Red
