Gubernur Al Haris Halal Bihalal Sumbagsel: Dorong Kolaborasi Kuat Bangun Daerah dan Nasional
- account_circle GR
- calendar_month Sab, 25 Apr 2026
- visibility 51
NEWS PUBLIK | Palembang – Gubernur Jambi Al Haris Halal Bihalal Sumbagsel menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar daerah di wilayah Sumatera bagian selatan. Dalam kegiatan Halal Bihalal bersama masyarakat perantau Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Al Haris menegaskan pentingnya kebersamaan dan kolaborasi lintas daerah untuk mempercepat pembangunan.
Acara tersebut digelar di Griya Agung, Rumah Jabatan Gubernur Sumatera Selatan, Sabtu (25/4/2026), dan dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional serta kepala daerah dari berbagai provinsi di Sumbagsel.
Pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk menyatukan visi pembangunan lima provinsi di wilayah selatan Pulau Sumatera.
Kegiatan Halal Bihalal ini diinisiasi oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Ia menekankan pentingnya memperkuat solidaritas dan sinergi antar daerah yang memiliki kesamaan geografis dan potensi ekonomi besar.
Sekitar 1.500 undangan hadir dalam acara tersebut, terdiri dari pejabat pemerintahan, tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Sejumlah tokoh nasional turut hadir, di antaranya Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, serta tokoh senior nasional seperti Aburizal Bakrie dan Hatta Rajasa.
Kehadiran para tokoh tersebut memperkuat pesan bahwa kawasan Sumbagsel memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional.
Suasana acara berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Nuansa budaya lokal turut mewarnai kegiatan, dengan penampilan musik kulintang khas OKU Timur yang menyambut para tamu undangan.
Tak hanya itu, Provinsi Jambi juga turut menampilkan kekayaan budaya melalui Tari Srikandi asal Kabupaten Merangin, yang menjadi simbol peran perempuan dalam menjaga nilai-nilai budaya dan perjuangan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa momentum Halal Bihalal ini harus dimanfaatkan sebagai titik awal untuk memperkuat kerja sama konkret antar daerah.
Menurutnya, kekuatan utama wilayah Sumbagsel terletak pada keberagaman potensi yang dimiliki masing-masing provinsi.
“Intinya, kalau lima kepala daerah ini bersatu, banyak yang bisa kita kerjasamakan. Antarwilayah punya kelebihan masing-masing,” ujar Al Haris.
Ia juga menyoroti pentingnya peran putra daerah yang kini menduduki posisi strategis di pemerintahan pusat. Menurutnya, hal tersebut merupakan aset besar yang harus dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan daerah.
“Kita juga punya banyak putra daerah terbaik di pusat yang bisa membantu kita di daerah,” tambahnya.
Al Haris berharap, pertemuan ini tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi dapat berlanjut pada kolaborasi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Ini bukan sekadar silaturahmi, tapi bukti bahwa tokoh Sumbagsel punya kontribusi besar bagi nasional,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan sinergi antar daerah akan berkontribusi langsung terhadap pembangunan nasional yang lebih merata.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan Halal Bihalal ini bukan bentuk primordialisme sempit.
Sebaliknya, menurut Tito, kegiatan ini merupakan ekspresi natural dari para putra daerah yang ingin berkontribusi bagi kampung halaman mereka.
“Ini ide Pak Zulkifli Hasan dan sangat penting bagi kita. Kita ingin berbuat sesuatu untuk wilayah masing-masing di tengah tantangan yang ada,” ujar Tito.
Ia menilai bahwa keinginan putra daerah untuk membangun daerah asal merupakan hal yang wajar dan justru harus didukung sebagai bagian dari pembangunan nasional.
Senada dengan itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan juga mengajak seluruh elemen masyarakat Sumbagsel untuk bersatu dan memanfaatkan potensi yang ada.
“Sumbagsel ini kaya potensi. Sekarang saatnya kita dorong bersama agar bisa berkembang seperti daerah lain yang sudah lebih dulu maju,” tegas Zulkifli Hasan.
Menurutnya, kolaborasi antar daerah menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing kawasan Sumbagsel di tingkat nasional.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru selaku tuan rumah menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang untuk memperkuat identitas budaya dan kebersamaan antar masyarakat Sumbagsel.
Ia menegaskan bahwa seluruh provinsi di wilayah ini memiliki ikatan historis dan kultural yang kuat.
“Kita satu rumpun. Ada Wong Sumsel, Bengkulu, Jambi, Lampung, hingga Bangka Belitung. Pertemuan ini bukan untuk unjuk gigi, tapi untuk menunjukkan bahwa kita solid,” ungkap Herman Deru.
Ia juga mengapresiasi kehadiran para kepala daerah dari berbagai provinsi, termasuk Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Gubernur Jambi Al Haris, serta Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani.
Kehadiran para gubernur bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dinilai sebagai bentuk komitmen nyata dalam memperkuat sinergi antar wilayah.
“Ini kehormatan besar, semoga ke depan kita lebih bersatu membangun Sumbagsel,” pungkasnya.
Momentum Halal Bihalal Sumbagsel ini menjadi simbol kuat bahwa kolaborasi lintas daerah bukan hanya wacana, tetapi kebutuhan nyata dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Dengan sinergi yang kuat, wilayah Sumatera bagian selatan diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
- Penulis: GR

