Kerja Sama Strategis Pulau Berhala: Langkah Cerdas Jambi-Kepri Genjot Ekonomi
- account_circle GR
- calendar_month Sel, 14 Apr 2026
- visibility 72

Pertemuan penting antara Al Haris dan Ansar Ahmad terkait pengembangan Pulau Berhala yang berlangsung pada Senin malam, 13 April 2026, di Tanjungpinang.
NEWS PUBLIK | Tanjungpinang — Kerja sama strategis Pulau Berhala menjadi fokus utama dalam pertemuan antara Gubernur Jambi Al Haris dan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad. Kedua kepala daerah ini sepakat menjajaki kolaborasi lintas provinsi untuk mengoptimalkan potensi pariwisata, ekonomi kreatif, dan kebudayaan, khususnya dalam pengelolaan bersama Pulau Berhala.
Pertemuan yang berlangsung pada Senin malam, 13 April 2026, di Tanjungpinang ini menjadi langkah awal menuju penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada sektor pariwisata, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Sumatera, serta membuka peluang besar bagi ekspansi pasar ekspor melalui wilayah Kepulauan Riau yang strategis, terutama ke Singapura.
Kerja Sama Strategis Pulau Berhala untuk Dorong Pariwisata
Dalam pertemuan tersebut, kerja sama strategis Pulau Berhala menjadi agenda utama yang dibahas secara serius oleh kedua gubernur.
Pemerintah Provinsi Jambi berencana menjalin kolaborasi erat dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam pengembangan sektor pariwisata di Pulau Berhala. Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan berbasis maritim.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata, memperluas investasi, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di kedua daerah.
Selain itu, pengelolaan bersama Pulau Berhala juga menjadi solusi konkret untuk menghindari potensi konflik wilayah, sekaligus menciptakan sinergi yang saling menguntungkan.
Sinergi Lintas Provinsi Perkuat Konektivitas Sumatera
Tak hanya membahas Pulau Berhala, pertemuan ini juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas provinsi di Pulau Sumatera.
Rencana pertemuan lanjutan antar kepala daerah di wilayah Sumatera, yang akan digelar di Batam, menjadi bagian dari strategi besar untuk memperkuat konektivitas, pembangunan daerah, serta ketahanan pangan.
Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong integrasi ekonomi regional, mempercepat distribusi logistik, serta meningkatkan efisiensi pembangunan di kawasan Sumatera.
Dengan sinergi yang kuat, setiap daerah dapat saling melengkapi potensi yang dimiliki, baik dari sektor sumber daya alam, pariwisata, maupun perdagangan.
Peluang Ekspor ke Singapura Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu nilai strategis dari kerja sama ini adalah terbukanya akses pasar ekspor melalui Kepulauan Riau, yang memiliki kedekatan geografis dengan Singapura.
Pemanfaatan jalur ini dinilai sangat potensial untuk meningkatkan nilai ekspor produk unggulan dari Jambi, sekaligus memperluas jaringan perdagangan internasional.
Kerja sama ini juga diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas wilayah maritim, sehingga memperkuat posisi Sumatera sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan dukungan infrastruktur dan konektivitas yang lebih baik, peluang investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dipastikan akan semakin terbuka.
Kolaborasi untuk Redam Konflik dan Maksimalkan Potensi
Pertemuan antara Gubernur Jambi dan Gubernur Kepulauan Riau ini juga memiliki tujuan penting, yakni meredam potensi konflik terkait pengelolaan wilayah Pulau Berhala.
Melalui pendekatan kolaboratif, kedua pemerintah daerah berupaya mengedepankan solusi bersama yang berorientasi pada kepentingan masyarakat dan pembangunan ekonomi jangka panjang.
Kemitraan strategis ini menegaskan pentingnya kerja sama antar daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan, khususnya di wilayah perbatasan dan kawasan maritim.
Dengan sinergi yang terbangun, diharapkan Pulau Berhala tidak hanya menjadi simbol kerja sama, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Sumatera.
- Penulis: GR
